Rabu, 21 Desember 2011

Cara Memilih Bibit Kelinci Yang Baik



Kelinci besar, dengan bibit yang mempunyai recording baik

Umur kelinci dapat dilihat dari panjang dan warna kuku, semakin panjang kukunya, berarti semakin tua usianya, begitu juga warna, semakin warna gelap dan tebal, berarti semakin tua. Kemudian mata semakin sipintdi pangkal, juga makin tua, serta posisi perut, semakin tua usia kelinci, semakin turun perutnya.

Untuk riwayat kesehatan kelinci, usahakan minta catatan/recording ternaknya pada peternak jenis obat yang telah diberikan, jenis penyakit yang pernah di indapnya dan bila perlu tahu riwayat kesehatan induknya.

Kondisi kelinci harus tegap, kuat, kotoran normal (tidak kecil), punggung tedak bengkokan dan jangan diambil kalau ada gejala penebalan bulu (gimbal). Ingat punting kelinci normal adalah delapan a.serta bulu kaki menutupi kukung

Mata kelinci yang sehat adalah mata bulat dan bersinar, tidak berair dan jarang berkedip. Bila tidur posisi miring.

Jangan memilih kelinci yang ekor dan anusnya kotor ( walau dibersihkan oleh si empunya, pasti masih kelihatan), dan jangan mengambil kelinci yang suka malas berdiri, bulu rontok (kecuali indukan, kadang bisa rontok karena perubahan hormon), dan usahakan mengambil kelinci dari penangkaran. Pilihlah kelinci yang bertemperamen rendah, tidak galak.

Tidak kalah pentingnya, jangan percaya omongan penjual, sehingga kami sarankan bila cari bibit kelinci ke penangkar saja, jelas riwayat dan recordingnya jelas.


Bibit harus Dari Penangkar, kata karyawan Bank BPD Jateng yang beternak kelinci hias ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar